Dalam puisi Doa karya Chairil anwar , menggambarkan sosok Chairil anwar yang sangat religius, yang pasrah dan berserah diri dengan Tuhan YME. Ide yang dipakai oleh Chairil anwar dituangkannya dalam sajak-sajak yang menimbulkan suatu kepribadian Chairil anwar yang sangat religius. Sajak yang dipakai olehnya juga menunjukan kepribadiannya masing-masing.
Dalam Doa berisi tentang si Aku yang merasa terasingkan dalam kebingungan meskipun pada mul;anya tokoh si Aku termangu. Tapi pada akhirnya ia datang pada Tuhan karena Tuhan itu segalanya, yang menguasai segalanya (penuh seluruh).
Dalam puisi Doa ini si aku merasa tak ada tempat lain untuk mengadukan keremukan bentuknya (jasadnya) selain kepada Tuhan YME. Dalam bait terakhir
Tuhanku
Di pintu-Mu menetuk
Aku tak bisa berpaling.
Isi bait tersebut seakan-akan menggambarkan si Aku yang tak dapat berpaling lagi dalam (kekuasaan Tuhan) setelah ia mengetuk pintu kerahmanan dan kerohimannya.
Dalam puiosi Doa ,Chairil anwar menggambarkan sosok si Aku dengan Tuhannya itu seperti ada jarak yang membentengi keduanya. Kekuasaan Tuhan digambarkan sebagai kekuatan yang mutlak , ia mencipatakan adanya sosok Hamba dan sosok Tuhan itu sebagai sosok yang berbeda. Maka Chairil anwar tidak menggambarkan sosok tihan itu sebagai sosok manusia( dapat di pancra indra), melainkan hanya kekuasaanya yang dapat dirasakan oleh si aku. Seperti terkutip pada bait
Cahya –Mu panas suci
Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi.
Dalam gaya ekspresi Chairiul anwar menggunakan gaya imajinasi. Atau mengemukakan pengertian dengan citra-citra ,gambaran-gambaran atau simbolis dan imajinasi yang dapat timbul o leh pembacanya. Seperti dalam contoh bait
Aku hilang bentuk
Remuk.
by Dian sari